\
skip to Main Content
1-800-987-654 halo@triplec.or.id
Bahaya Spyware Pegasus Israel, Begini Cara Mendeteksinya

Bahaya Spyware Pegasus Israel, Begini Cara Mendeteksinya

UKM TRIPLE-C – Dalam waktu beberapa bulan terakhir tersebar laporan suatu industri teknologi NSO Group, yang membuat spyware bernama Pegasus. Spyware Pegasus ini merupakan aplikasi yang digunakan buat meretas ponsel pintar serta perlengkapan kerja semacam laptop serta Komputer.

Bagaimana metode kerja Pegasus mengintai korbannya?

Masih ingat dengan cerita mengejutkan tiba dari laporan kalau 2 perempuan yang dekat dengan jurnalis asal Arab Saudi, yang tewas pada 2018, Jamal Khashoggi. Kedua perempuan itu diucap jadi target agen pemerintah yang mengintai dengan memakai aplikasi mata- mata.

Koalisi kantor berita, The Washington Post, Le Monde, serta The Guardian menyebut kalau mereka ialah Proyek Pegasus. Proyek ini dipandu oleh Forbidden Stories, suatu organisasi jurnalis yang mengerjakan permasalahan jurnalis yang dibungkam dengan beberapa metode.

Amnesty International melaksanakan forensik terperinci pada 67 smartphone untuk mencari fakta jika mereka menjadi target spyware Pegasus ini. Ada 37 ponsel di antara lain dinyatakan positif diintai memakai Pegasus. Namun banyak detail penting yang masih belum jelas.

Spyware Pegasus

Baca juga: Windows 11 Palsu? Inilah Bahaya Yang Terjadi

Apa itu Pegasus, serta apa itu NSO Group?

Pegasus merupakan spyware yang dibesarkan oleh kontraktor swasta, NSO Group yang sering digunakan oleh lembaga pemerintah. Program itu menginfeksi ponsel sasaran serta mengirimkan kembali informasi, termasuk gambar, pesan, serta rekaman audio ataupun video.

NSO Group berkata kalau fitur lunak apapun bisa dilacak oleh Pegasus melansir dokumen NSO Pegasus. Spyware Pegasus pula diklaim tidak dapat dilacak balik oleh siapa juga.

Singkatnya, NSO Group menciptakan produk yang mengizinkan pemerintah memata- matai warganya. Industri menggambarkan kedudukan produknya di situs webnya selaku menolong” lembaga intelijen serta penegak hukum pemerintah memakai teknologi untuk memenuhi tantangan enkripsi” sepanjang investigasi terorisme serta kriminal.

Tetapi seperti yang Kamu bayangkan, kelompok kebebasan sipil tidak senang dengan bisnis spyware- for- hire, serta bisnis dengan klien pemerintah tidak banyak memerdekakan pendapat para kelompok tersebut.

NSO Group berkata kepada The Washington Post kalau mereka cuma bekerja dengan lembaga pemerintah, serta hendak memutus akses agen ke Pegasus apabila mendeteksi bukti penyalahgunaan.

Dalam laporan transparansi yang dirilis akhir Juni lalu, industri mengklaim sudah melaksanakan perihal itu tadinya. Tetapi, statment Amnesty International memunculkan kekhawatiran kalau industri tersebut menyediakan spyware kepada pemerintah, di mana lembaga pemerintah bisa melaksanakan itu kepada warganya.

The Washington Post pula memiliki wawancara yang mencakup cerita industri itu, tentang gimana NSO Tim didirikan serta gimana industri itu mengawalinya di industri pengawasan.

Sasaran Sypware Pegasus

Proyek Pegasus menganalisis angka- angka dalam catatan serta menautkan lebih dari 1. 000 angka ke pemiliknya. Pada saat melaksanakannya, dia menciptakan orang- orang yang sepatutnya dilarang memata- matai pemerintah, bersumber pada standar yang dikatakan NSO untuk kliennya.

Baca juga: Shortcut Keyboard Pada Aplikasi CorelDraw

Sebanyak ratusan politisi serta pekerja pemerintah, tercantum 3 presiden, 10 perdana menteri, serta seorang raja ditambah 189 jurnalis, serta 85 aktivis hak asasi manusia diucap pernah dimata- matai Pegasus.

Yang dilakukan oleh Pegasus

Bagi The Washington Post spyware Pegasus bisa mencuri informasi individu dari telepon, mengirimi pesan kepada sasaran, mengakses kata sandi, kontak, gambar, serta yang lain kepada siapa juga yang mengawali pengawasan.

Apalagi dilaporkan spyware itu bisa menyalakan kamera ataupun mikrofon ponsel untuk membuat rekaman rahasia. Suatu dokumen dari NSO memaparkan keahlian fitur lunak itu secara lebih rinci, menurut laporan The Verge.

Versi terkini dilaporkan Pegasus bisa melaksanakan perihal itu tanpa dikenal pengguna ponsel. Grupnya mengungkap kalau tautan dikirim ke ponsel sasaran tanpa pemberitahuan, serta Pegasus mulai mengumpulkan data.

Dalam permasalahan lain, Pegasus dilaporkan mengandalkan pengguna untuk mengklik tautan phishing yang kemudian mengirimkan muatan spyware Pegasus.

Amnesti Internasional sudah menampilkan kalau sebagian ponsel dengan tipe iOS terkini juga rentan terhadap tata cara yang digunakan oleh NSO. Kesimpulannya ialah tidak terdapat fitur lunak yang sempurna untuk menjauhi spyware Pegasus.

Platform perpesanan yang diklaim aman semacam iMessage ataupun WhatsApp juga senantiasa mempunyai bug, serta sebagian bug tersebut akan memberi peretas akses ke metode yang lebih dari yang diperkirakan banyak orang.

Dengan jutaan dolar yang dipertaruhkan, peretas serta peneliti keamanan sangat termotivasi untuk menciptakan bug tersebut, walaupun bug tersebut cuma bisa digunakan untuk waktu yang pendek.

Pegasus bisa menyusup ke iOS

Dalam suatu statment kepada The Guardian, Apple tidak menyangkal keahlian NSO untuk mengeksploitasi iPhone, Apple pula menyebut kalau serbuan semacam Pegasus sangat mutahir.

Apple berkata kalau grupnya hendak terus bekerja melindungi seluruh pelanggan, serta grupnya terus meningkatkan proteksi baru buat fitur serta informasi mereka.

Tetapi, kenyataannya kalau iPhone bisa dikompromikan oleh pesan yang tidak nampak. Peneliti keamanan yang berdiskusi kepada Washington Post menyalahkan iMessage serta fitur lunak pratinjaunya. Walaupun baru- baru ini pihak Apple sudah membagikan proteksi buat mengamankan iMessage.

Tidak cuma rentan pada iPhone

Banyak pelaporan berfokus pada iPhone, namun hal itu karena iPhone teruji lebih gampang untuk menganalisis isyarat peradangan Pegasus daripada ponsel Android.

Bagi dokumen data NSO, baik Apple serta Google sudah mengomentari situasi tersebut. Google pula menuding pengintaian itu sering dicoba para sistemnya.

Pendiri aplikasi Telegram yaitu Pavel Durov tadinya pula berpendapat atas pemakaian spyware Pegasus selaku fitur mata- mata di dunia maya. tersebut

Durov berkata banyak orang jadi target alat jahat Pegasus Israel. Keadaan itu disebutnya sangat” mencekam” mengingat spyware itu bekerja memata- matai korbannya lewat ponsel iOS serta Android serta laptop.

” Telepon dari 50. 000 orang, tercantum aktivis hak asasi manusia serta jurnalis, sudah jadi target perlengkapan pengawasan yang digunakan oleh banyak pemerintah,” tulis Durov dalam akun Telegram miliknya, dilansir( 23/ 7).

Durov berkata bersumber pada penyelidikan Edward Snowden, mantan kontraktor metode Amerika Serikat serta karyawan Central Intelligence Agency, semenjak 2013 Apple serta Google ialah bagian dari program pengawasan global.

Keadaan itu menyiratkan industri untuk mempraktikkan pintu belakang ke dalam sistem pembedahan seluler mereka. Sistem back- end ini umumnya menyamar selaku bug keamanan serta membolehkan agen AS mengakses data pada ponsel pintar mana pun di dunia.

Walaupun disebut mencekam, masyarakat pengguna bisa mengecek ponselnya apakah masuk dalam catatan intaian Pegasus ataupun tidak.

Amnesty International memberikan metode untuk mengecek ponsel Kamu apabila diretas oleh spyware Pegasus buatan NSO Tim ini.

Perihal awal yang butuh dicermati merupakan metode ini berbasis perintah. Jadi diperlukan sebagian keahlian teknis untuk melakukannya.

Catatan kedua merupakan jika analisis yang dijalankan Amnesty tampaknya berperan jika digunakan di fitur iOS. Dalam dokumentasinya, Amnesty berkata fitur analisis miliknya berjalan terbatas di Android.

Amnesty International merilis Mobile Verification Toolkit( MVT) yang bisa diunduh free. Aplikasi itu ialah alat modular yang menyederhanakan proses untuk menganalisis informasi dari fitur Android serta iOS, spesialnya untuk mengenali kemampuan jejak mata- mata.

Tetapi dalam mengoperasikan MVT untuk menganalisis, perlengkapan itu terbilang rumit untuk dioperasikan. Pengguna wajib memakai command line untuk meningkatkan keahlian terminal Kamu.

Bila Kamu pengguna iPhone, langkah awal ialah memutuskan apakah Kamu mau melaksanakan jailbreak ataupun tidak. Perlengkapan yang diuji Tech Crunch bekerja memakai aplikasi MacOS Terminal serta dapat mencadangkan iPhone di Mac.

Sehabis proses diawali, MVT memindai file cadangan Kamu untuk mencari isyarat terdapatnya spyware Pegasus. Sehabis proses pemindaian dilakukan satu atau 2 menit, proses akan berakhir serta perlengkapan akan menciptakan folder dengan sebagian file di dalamnya. Bila terdapat fakta spyware, file hendak memperjelas perihal ini.

Baca juga: Tablet Matepad 11 Huawei, Tablet dengan HarmonyOS 2 Pertama di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top