skip to Main Content
+62 857-0817-8332 triplec@trunojoyo.ac.id

Cara Efektif Belajar Dari Video Tutorial Di Internet

Penulis: Isma Rohmawati

Editor: Isma Rohmawati

Belajar dari Video Tutorial Bukan Sekadar Menonton

Internet menyediakan banyak video tutorial yang membantu kita mempelajari berbagai keterampilan, mulai dari memasak, mengedit video, menggunakan aplikasi, hingga memahami materi pelajaran. Namun, menonton video sampai selesai belum tentu membuat seseorang benar-benar memahami materi yang disampaikan. Agar pembelajaran lebih efektif, penonton perlu terlibat aktif, mencatat informasi penting, dan mencoba sendiri langkah-langkah yang telah dipelajari.

Guo, Kim, dan Rubin (2014) meneliti hubungan antara produksi video pembelajaran dan keterlibatan peserta dalam kursus daring terbuka. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa bentuk penyajian video berkaitan dengan keterlibatan penonton. Hal ini mengingatkan kita bahwa belajar melalui video sebaiknya dilakukan dengan cara yang membantu menjaga perhatian dan mendorong partisipasi aktif.

1. Gunakan Tombol Jeda untuk Mencatat Poin Penting

Salah satu kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan saat menonton video tutorial adalah menekan tombol jeda ketika menemukan informasi penting. Daripada hanya menyalin semua perkataan narasumber, tuliskan inti materi menggunakan kalimat sendiri. Cara ini membantu kita memilah informasi yang penting sekaligus memeriksa apakah penjelasan tersebut sudah dipahami.

Misalnya, saat menonton tutorial membuat presentasi, catat langkah utama seperti memilih tema, menyusun isi, dan menambahkan gambar. Tidak perlu mencatat setiap kalimat yang diucapkan pembuat video. Cukup tuliskan langkah-langkah yang dibutuhkan dan hal penting yang perlu diingat ketika mempraktikkannya.

Catatan dengan bahasa sendiri juga lebih mudah dipelajari kembali. Jika suatu saat lupa, kita dapat membaca rangkuman tanpa harus mengulang seluruh video dari awal.

2. Manfaatkan Pengatur Kecepatan dan Penanda Waktu

Setiap orang memiliki kecepatan belajar yang berbeda. Bagian tutorial yang mudah dapat ditonton dengan kecepatan normal atau lebih cepat, sedangkan penjelasan yang rumit sebaiknya diputar lebih lambat. Fitur pengatur kecepatan membantu penonton menyesuaikan penyampaian materi dengan kebutuhannya.

Gunakan pula penanda waktu (timestamp) untuk menyimpan bagian video yang penting. Sebagai contoh, jika penjelasan tentang penggunaan suatu fitur terdapat pada menit ke-04:25, catat waktu tersebut agar bagian itu dapat ditemukan kembali dengan cepat.

Ketika menemukan bagian yang sulit, jangan hanya memutarnya berulang kali. Berhentilah sejenak, pahami langkahnya, lalu coba lakukan sendiri sebelum melanjutkan ke bagian berikutnya. Video dapat menjadi sumber belajar mandiri yang lebih bermanfaat ketika penonton aktif memeriksa pemahamannya.

3. Langsung Praktik Setelah Menonton

Bagian terpenting dari belajar melalui video tutorial adalah mencoba sendiri materi yang telah ditonton. Setelah menyelesaikan satu tutorial, luangkan waktu untuk membuat latihan sederhana tanpa terus-menerus mengikuti video. Jika masih mengalami kesulitan, buka kembali bagian yang sesuai dan periksa langkah yang belum dipahami.

Contohnya, setelah menonton tutorial membuat desain poster, cobalah membuat poster baru dengan tema berbeda. Jika tutorial membahas penggunaan aplikasi pengolah kata, buatlah dokumen sederhana yang menerapkan fitur-fitur yang sudah dipelajari.

Latihan membantu kita mengetahui apakah materi benar-benar sudah dikuasai atau hanya terasa mudah ketika melihat contoh. Hasil latihan juga dapat digunakan untuk mengevaluasi kesalahan dan memperbaiki keterampilan secara bertahap. Video pembelajaran yang disertai pertanyaan juga telah diteliti sebagai salah satu cara untuk mendorong keterlibatan dalam pembelajaran (Vural, 2013).

4. Buat Rutinitas Belajar yang Sederhana

  • Sebelum menonton: tentukan keterampilan yang ingin dikuasai dan siapkan alat yang diperlukan.
  • Saat menonton: jeda video untuk mencatat inti materi dan tandai waktu yang perlu diulang.
  • Setelah menonton: praktikkan langkah-langkah yang dipelajari tanpa hanya meniru contoh.
  • Sebelum selesai: periksa hasil latihan dan catat bagian yang masih membingungkan.

Rutinitas tersebut tidak harus dilakukan dalam waktu lama. Video singkat yang diikuti latihan mandiri bisa lebih bermanfaat daripada menonton banyak video tanpa mencoba keterampilannya.

Kesimpulan

Belajar melalui video tutorial akan lebih bermakna jika penonton berperan aktif selama proses pembelajaran. Membiasakan diri menekan tombol jeda, mencatat dengan kalimat sendiri, memanfaatkan fitur kecepatan dan penanda waktu, serta melakukan latihan setelah menonton merupakan langkah sederhana yang bisa diterapkan siapa saja. Tujuannya bukan sekadar menyelesaikan tontonan, melainkan mengubah informasi yang diperoleh menjadi keterampilan yang benar-benar dapat digunakan.

Daftar Pustaka

Guo, P. J., Kim, J., & Rubin, R. (2014). How video production affects student engagement: An empirical study of MOOC videos. Proceedings of the First ACM Conference on Learning @ Scale, 41–50. https://doi.org/10.1145/2556325.2566239

Vural, Ö. F. (2013). The impact of a question-embedded video-based learning tool on e-learning. Educational Sciences: Theory & Practice, 13(2), 1315–1323. https://eric.ed.gov/?id=EJ1017292

Bai, C., Yang, J., & Tang, Y. (2022). Embedding self-explanation prompts to support learning via instructional video. Instructional Science, 50(5), 681–701. https://eric.ed.gov/?id=EJ1350050

This Post Has 0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
JOIN US