skip to Main Content
+62 857-0817-8332 triplec@trunojoyo.ac.id

Bagaimana Cara Kerja Privasi di Web3?

Penulis: Ahmad Arfani

Editor: Ahmad Arfani

Mengapa Privasi Penting di Web3?

Privasi menjadi salah satu aspek penting dalam Web3, terutama karena teknologi ini banyak menggunakan blockchain yang pada dasarnya bersifat transparan. Setiap transaksi dapat dicatat dan dilacak melalui jaringan. Karena itu, berbagai teknologi dikembangkan untuk memberikan privasi tanpa menghilangkan fungsi utama blockchain. Secara umum, pendekatan privasi di Web3 dapat dilihat melalui tiga tingkat: jaringan, protokol, dan pengguna.

Privasi Tingkat Jaringan (Network Level)

Pada tingkat jaringan, fitur privasi dibangun langsung ke dalam blockchain. Pendekatan ini digunakan oleh sejumlah privacy coin, seperti Monero dan Zcash. Monero menyamarkan identitas pengirim melalui ring signatures. Teknologi ini membuat transaksi seolah berasal dari sekelompok pengguna sehingga pihak luar tidak dapat mengetahui pengguna mana yang sebenarnya melakukan transaksi. Sementara itu, Zcash menggunakan Zero-Knowledge Proof (ZKP), yang memungkinkan seseorang membuktikan bahwa transaksi memenuhi aturan jaringan tanpa harus mengungkap informasi tertentu, seperti jumlah dana atau alamat pihak yang terlibat.

Pendekatan ini memberikan tingkat privasi yang tinggi, tetapi juga menimbulkan persoalan regulasi. Sifat transaksi yang sulit dilacak membuat beberapa bursa kripto membatasi atau menghapus aset yang memiliki fitur privasi dari platform mereka.

Privasi Tingkat Protokol (Protocol Level)

Pendekatan kedua menambahkan fitur privasi melalui protokol atau aplikasi yang berjalan di atas blockchain publik seperti Ethereum. Pengguna tidak perlu menggunakan blockchain yang seluruhnya berorientasi pada privasi. Salah satu metode yang pernah digunakan adalah transaction mixer. Pengguna memasukkan dana ke dalam kontrak pintar, kemudian dana tersebut digabungkan dengan transaksi dari pengguna lain. Setelah itu, dana dapat ditarik ke alamat berbeda sehingga hubungan antara alamat awal dan alamat tujuan menjadi lebih sulit dilacak.

Tornado Cash merupakan salah satu contoh protokol yang menggunakan konsep tersebut. Namun, teknologi semacam ini juga menimbulkan persoalan hukum karena dapat digunakan untuk menyamarkan asal dana yang diperoleh secara ilegal. Keuntungan pendekatan ini adalah fitur privasi berada pada tingkat aplikasi, sehingga blockchain utama seperti Ethereum tetap dapat beroperasi tanpa harus mengubah mekanisme dasarnya.

Privasi Tingkat Pengguna (User Level)

Pendekatan berikutnya berfokus pada perlindungan data dan identitas pengguna. Hal ini penting karena satu orang dapat menggunakan beberapa alamat dompet sekaligus. Sistem privasi tingkat pengguna berusaha memastikan bahwa alamat-alamat tersebut dapat digunakan tanpa membuat identitas asli pemiliknya mudah diketahui.

Salah satu konsep yang berkembang adalah stealth address. Teknologi ini memungkinkan penggunaan alamat unik untuk menerima transaksi sehingga alamat utama pengguna tidak mudah dikaitkan dengan seluruh aktivitasnya di blockchain. Berbeda dengan transaction mixer yang mengandalkan transaksi dari banyak pengguna, stealth address bekerja dengan membuat hubungan antara identitas pengguna dan alamat transaksi menjadi lebih sulit dilacak.

Kesimpulan

Privasi di Web3 dapat diterapkan pada tingkat jaringan, protokol, maupun pengguna. Masing-masing memiliki pendekatan dan keterbatasan yang berbeda, mulai dari blockchain yang dirancang khusus untuk privasi hingga teknologi seperti Zero-Knowledge Proof dan stealth address. Pada akhirnya, privasi tidak berarti seluruh aktivitas harus dibuat tidak terlihat. Tantangan Web3 adalah menemukan keseimbangan antara melindungi data pengguna, menjaga keamanan, dan tetap memenuhi kebutuhan transparansi serta akuntabilitas.

This Post Has 0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
JOIN US